![Mengenal Keris Dan Kegunaannya [ www.BlogApaAja.com ] Mengenal Keris Dan Kegunaannya [ www.BlogApaAja.com ]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tgAFFiSFj_S2nbu8B9wHSrxrcXh7tlm55hgNJYbS8q2CztX2zGZprbSMV-0pA0ymZeFjur10dsAgOmhoY684FXxlvwKCi6f7M0TY5-E-i0x-cOhO9FfTDByyPe6cg6fCq-Y1dQwCU=s0-d)
Keris adalah sejenis pedang pendek yang berasal dari pulau
Jawa, Indonesia.
![Mengenal Keris Dan Kegunaannya [ www.BlogApaAja.com ] Mengenal Keris Dan Kegunaannya [ www.BlogApaAja.com ]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdkUY72c7g_9dZ8wSdvN_9Mj4nfuLpovcVbP3rLf9zSAIW9j086Mlr_INnn0mtiinKghvfhzlQiACBDRQ6zuSMDMPWpRi8D7tDoFT5WDUaK9E5WOhvYXnOHcx_5qWxI0PXKw9rS01vlL8/s1600/keris.jpg)
Keris purba telah digunakan antara abad ke-9 dan 14. Selain digunakan sebagai senjata,keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Keris terbagi menjadi tiga bagian yaitu mata, hulu, dan sarung. Beberapa jenis
keris memiliki mata pedang yang berkelok-kelok. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai
legenda tradisional, seperti
keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Keris sendiri sebenarnya adalah senjata khas yang digunakan oleh daerah-daerah yang memiliki rumpun Melayu atau bangsa Melayu.Pada saat ini, Keberadaan Keris sangat umum dikenal di daerah Indonesia terutama di daerah pulau Jawa dan Sumatra, Malaysia, Brunei, Thailand dan Filipina khususnya di daerah Filipina selatan (Pulau Mindanao). Namun, bila dibandingkan dengan Indonesia dan Malaysia, keberadaan
keris dan pembuatnya di Filipina telah menjadi hal yang sangat langka dan bahkan hampir punah.
Tata cara penggunaan
keris juga berbeda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya,
keris ditempatkan di pinggang bagian belakang. Sementara di Sumatra, Malaysia, Brunei dan Filipina,
keris ditempatkan di depan. Sebenarnya
keris sendiri memiliki berbagai macam bentuk, ada yang bermata berkelok kelok (7, 9 bahkan 13), ada pula yang bermata lurus seperti di daerah Sumatera. Selain itu masih ada lagi
keris yang memliki kelok tunggal seperti halnya rencong di
Aceh atau Badik di Sulawesi.
Bagian-bagian kerisSebagian ahli tosan aji mengelompokkan
keris sebagai senjata tikam, sehingga bagian utama dari sebilah
keris adalah wilah (bilah) atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Tetapi karena
keris mempunyai kelengkapan lainnya, yaitu wrangka (sarung) dan bagian pegangan
keris atau ukiran, maka kesatuan terhadap seluruh kelengkapannya disebut
keris.
* Pegangan kerisPegangan
keris ini bermacam-macam motifnya , untuk
keris Bali ada yang bentuknya menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari , pertapa, hutan ,dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia .Pegangan
keris Sulawesi menggambarkan
burung laut. Hal itu sebagai perlambang terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada
keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu,
keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu,
materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu. Untuk pegangan
keris Jawa, secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) , jiling, cigir, cetek, bathuk (kepala bagian depan) ,weteng dan bungkul.
* Wrangka atau Rangka